Kisah ini merupakan potongan-potongan episode dari alur cerita yang masih panjang, mencoba dikumpulkan satu persatu agar apik untuk nanti dikenang.
-Lisna Anggraeni
Sore kali ini, ditemani dengan mendungnya Bandung tak menyurutkan kami untuk terus menuntut ilmu. Kali ini Tanpa Batas Spasi memilih Alun-Alun Bandung sebagai destinasi belajar. Dengan suasana belajar yang baru, berharap mendapatkan inspirasi. Kami, Lisna Anggraeni, Abdullatip dan Leni Anggraeni dimentori oleh Kak Ardi Rizkia Farahengki mencoba belajar dan berdiskusi tentang kepenulisan ilmiah. Kami memilih beliau sebagai mentor, karena sudah banyak prestasi di bidang kepenulisan ilmiah yang dia dapat.
Inilah wajah kami yang terlihat lapar
Samping kiri: Leni Anggraeni- Ardi Rizkia, Lisna Anggraeni
Program Tanpa Batas Spasi kali ini memang sedang menggencar-gencarkan belajar dan membuat karya tulis ilmiah kepada setiap anggotanya. Kami melatih daya kritis dan berfikir kreatif melalui diskusi-diskusi yang semi non-formal hingga akhirnya berhasil menghasilkan ide dan mengolahnya menjadi sebuah tulisan.
Pelatihan menulis Abstrak
Pict: Abdullatip dan Leni Anggraeni
Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menularkan kebiasaan menulis. Karena bagi kami menulis merupakan hasil implementasi daya literasi seluruh ilmu yang dimiliki. Dan semoga, kebiasaan ini bisa menular kepada anak muda, dan menerapkan konsep bahwa belajar tidak hanya terpaku dengan buku dan ruang kelas. Belajar adalah situasi dimana kita nyaman mendapat ilmu dan mengaplikasikannya.
Learn its enjoy!
Salah satu stasiun TV lokal di Bandung meliput kegiatan kami belakang itu para reporter. Depan kiri: Ardi Rizkia Farahengki, Abdullatip, Lisna Anggraeni, Leni Anggraeni
Terima kasih kepada beberapa pihak yang telah mendukung komunitas Tanpa Batas Spasi dan teruntuk mentor kami ka Ardi Rizkia Farahengki yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar